Bisnis yang Tenggelam di Era Disruption

Perlahan teknologi jaman sekarang yang menggantikan tenaga manusia.  Sebenarnya hal ini tidak mengapa, semisal hal itu wajar dan lebih manusiawi seperti, dulunya ada kuli angkut bangunan dengan kerja menggunakan otot, yang sekarang digantikan alat berat seperti crane dan forklit.

Dari gambaran di atas kita telah tahu bahwa teknologi akan merubah zaman. Banyak usaha-usaha yang dulunya berjaya yang mungkin dapat tenggelam di era disruption. Apa saja usaha yang telah lama digeluti dan akan hilang ditelan oleh zaman teknologi yang serba canggih ini. Berikut informasi yang dapat kami sampaikan untuk anda.

Bisnis yang punah akibat teknologi dan perkembangan zaman

Cetak foto lama dengan cuci cetak merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dan booming di masanya. Namun di era digital, usaha ini terpaksa harus tersingkir digantikan dengan teknologi pencetak foto digital yang otomatis bisa menghasilkan gambar dengan kualitas yang lebih baik. Pencetakan foto digital bisa langsung jadi tanpa menunggu lama.

Ada juga teknologi handphone yang dulunya sangat tenar hingga menyandang hp sejuta umat, kini mampu dikalahkan dengan robot android yang menggunakan layar sentuh dan super canggih. Orang bisa mengirim gambar, video, file dan lain-lain dengan sangat mudah. Sehingga handphone non touch screen yang dulunya tenar sekarang terpaksa harus gulung tikar.

Teknologi telah banyak merubah manusia untuk memiliki dua kewarganegaraan, satu digital dan dua native. Dahulu orang mengandalkan bisnis dengan dengan konsultasi offline dan meeting guna menggerakkan teknologi. Jika hal ini terus anda lakukan, maka anda akan jauh tertinggal. Organisasi bisa digerakkan melalui medsos dengan mengangkat topik-topik utama.

Usaha yang bisa tergerus oleh zaman teknologi yang tidak menggunakan komunikasi digital. Padahal di zaman ini usaha dapat dibangun dengan melibatkan kegiatan-kegiatan digital dengan kecepatan yang sistematis sehingga tidak perlu lagi meeting offline, menunggu SK baru bergerak, instruksi offline dan lain-lain. hal ini membuat organisasi menjadi lamban.

Dengan menggunakan komunikasi digital akan semakin cepat melayani konsumen dengan inovasi yang baru, namun usaha yang tidak menggunakan teknologi akan lamban dalam layanan yang dihasilkan organisasi.

Disruption yang dialami berbagai usaha jaman sekarang diawali oleh percepatan persaingan. Struktur manajemen yang tidak menggunakan komunikasi digital. Hingga promo-promo yang tidak menggunakan sistem media sosial akan tenggelam dengan teknologi di era disruption ini.

Usaha yang dahulunya sempat booming pun terpaksa harus gulung tikar, seperti usaha warung telepon yang dahulunya menjadi usaha yang lumayan. Padahal modal untuk membangunnya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Semenjak adanya handphone wartelpun kian lenyap dari perbisnisan di Indonesia. Kini hal itu disusul pula oleh warung internet.

Usaha yang dulunya ada dan sempat berjaya adalah toko VCD, sekarang untuk mendapatkan lagu yang diinginkan, orang hanya tinggal mendownload di internet. Demikian juga usaha radio senantiasa dapat mengakses lagu-lagu baru, kini tak lagi setenar jaman dulu. Sekarang orang bisa menonton Youtube dan memilih lagu yang disukainya.

Keberadaan blogger dan media sosial yang dapat menampilkan berbagai berita terkini membuat eksistensi koran kian ditinggalkan. Anak muda akan cenderung melihat berita dari pencarian di Google. Orang bisa mendapatkan info apa saja yang terupdate melalui internet dengan cepat, mudah dan gratis.

Itulah berbagai bisnis yang sebenarnya masih ada meski tak lagi eksis seperti dulu, namun ada juga yang sudah lenyap bak ditelan bumi. Teknologi merubah zaman dan pola pikir manusia untuk lebih praktis dan cepat mendapatkan informasi dengan cepat. Bisnispun dapat dijalankan dengan online.

 

This entry was posted in Artikel Bisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *